UMAR BAKRI TAK TAHAN LAGI
Karya : YAYAT HENDAYANA
Oemar
bakri tak tahan lagi memelihara ribuan luka
Dilepasnya
dijalanan , dan terbentuklah pasukan
Berbaris
dari kaki kaki bukit---, dari tempat tempat terpencil
Wajah
mereka pucat seperti cat tembok yang terkelupas
Paru-paru
mereka koyak oleh debu kapur tulis
Langkah
mereka sempoyongan oleh kaki yang lelah
Sehabis
mengayuh sepeda tua dari waktu kewaktu
Dengan
ban yang gundul dijalan berbatu – batu
Puluhan
kilometer jaraknya
Puluhan
Tahun lamanya
Oemar
bakri tak tahan lagi merawat ribuan kesabaran
Berpuluh
tahun mengatur senyum didepan kelas
Menjaga
wajah pahlawan agar tak berubah muram
Betapun
dalamnya kerut-kerut keprihatinan
Sebab
hanya pahlawan yang senyum dapat mengajarkan matematika
Bukan
ilmu hitung pak guru : kali , bagi,
tambah , kurang
Bahwa
seribu kali seribu sakit hati ,,,
hanya
boleh dibagi diantara anak istri
Bahwa
gaji bulan ini tambah seratus bulan lagi
Tak
akan pernah membuat hutang berkurang
Sebab
pahlawan yang senyum mengajarkan gugusan angka
Bukan
catatan potongan yang deretannya
leebih paanjang
Didaftar
gaji dalam amplop yang kosong
Oemar
bakri tak tahan lagi untuk berpura-pura arif
Dihadapan
begitu aneka ragam murid
Anak
orang kaya yang selalu mau dimanja
Anak
pejabat yang kolokan dan merasa paling kuasa
Anak
petani dan nelayan yang rendah diri dalam pergaulan
Dan
suka terlambat membayar iuran
JUga
orangtua yang menjadikan guru seolah pengasuh
Yang
harus mengawasi anaknya sehari penuh
Dan
menganggap nilai ujian bisa di ukur dengan pemberian
Oemar
bakri tak tahan lagi
Untuk
selalu memahami tapi tidak dipahami
Oemar
bakri tak tahan lagi
Dan
tak seorang pun yang tak mengerti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar